Jumat, 08 Mei 2026

NGURI-URI BUDAYA, POLSEK SENTOLO HADIRI TRADISI NGURAS SENDHANG DI TUKSONO

 

Sentolo – Pada hari Rabu, 06 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, Ps. Kapolsek Sentolo AKP Budi Fendi Timur Wanto, S.H., M.I.P. bersama empat personel menghadiri kegiatan Nguras Sendhang yang menjadi bagian dari rangkaian upacara adat tradisional Bersih Desa dan Luwaran Tahun 2026 di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo.

Kegiatan Nguras Sendhang merupakan tradisi turun-temurun masyarakat sebagai bentuk pelestarian sumber mata air sekaligus simbol pembersihan diri dan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud nyata nguri-uri budaya atau menjaga serta melestarikan warisan leluhur yang telah hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono, S.Sos., perwakilan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY Isna Elvianti, S.H., Panewu Sentolo Armawati, S.Sos., M.Si., Lurah Kalurahan Tuksono Bp. Zaenuri, pamong kalurahan, Dukuh Taruban Wetan Ibu Siti Aisyah, serta tokoh masyarakat setempat.

Kehadiran jajaran Polsek Sentolo dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Selain itu, kehadiran aparat kepolisian juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif.

Ps. Kapolsek Sentolo AKP Budi Fendi Timur Wanto, S.H., M.I.P. menyampaikan bahwa tradisi Nguras Sendhang memiliki nilai budaya dan kebersamaan yang sangat penting untuk terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.

“Tradisi Nguras Sendhang ini merupakan warisan budaya leluhur yang mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan. Kami dari Polsek Sentolo sangat mendukung kegiatan budaya seperti ini karena selain mempererat silaturahmi warga, juga menjadi sarana memperkuat persatuan dan menjaga kearifan lokal di tengah perkembangan zaman,” ujar AKP Budi Fendi Timur Wanto.

Ia juga menambahkan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mendukung setiap kegiatan positif yang bertujuan menjaga kerukunan dan kelestarian budaya daerah.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat penuh kebersamaan dan kekhidmatan. Tradisi yang sarat makna ini tidak hanya memperkuat nilai gotong royong, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni antara manusia, alam, dan budaya.

Dengan terlaksananya kegiatan secara aman dan tertib, diharapkan tradisi Nguras Sendhang dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat di Kalurahan Tuksono.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar