RUNNING TEXT



widgets

Rabu, 02 Oktober 2024

IPW Apresiasi Polri Tetapkan Tersangka Pembubaran Diskusi di Kemang, Minta Dalang Diungkap

 


 

Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi gerak cepat Polri menetapkan dua tersangka kasus pembubaran diskusi di Kemang, Jakarta Selatan. IPW juga ingin dalang pembubaran itu tertangkap.

"Apresiasi pada Polda Metro yang bergerak cepat menetapkan dua orang sebagai tersangka. IPW mendorong agar mereka diperiksa, siapa yang menyuruh mereka melakukan tindakan membubarkan acara diskusi tersebut," ucap Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Senin (30/9/2024).

Sugeng melihat ada yang janggal dengan aksi pembubaran diskusi dari Forum Tanah Air yang dihadiri Refly Harun, Marwan Batubara, Said Didu, Din Syamsuddin, Rizal Fadhilah, Sunarko. Dia menilai diskusi itu tak seharusnya dibubarkan.

Sugeng menduga pembubaran ini terkait dengan kepentingan politik tertentu. Ada kelompok politik yang menyuruh sekelompok orang untuk membubarkan diskusi.

"Ini ada yang berkepentingan membubarkan. Saya mendengar bahwa, dapat informasi, mereka dari organisasi pemuda partai tertentu," katanya.

Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (29/9) di salah satu hotel di Kawasan Kemang, Jaksel. Massa sekitar 30 orang tiba-tiba datang dan membubarkan kegiatan diskusi di dalam hotel.

Polisi menyampaikan telah mengamankan lima orang terkait pembubaran diskusi di Kemang ini. Dua di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka perusakan dan penganiayaan.

"Terkait peristiwa di Kemang kemarin, 5 orang sudah diamankan. Dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary saat dihubungi, Minggu (29/9).

Wakapolres Kulonprogo Sosialisasi Mengenai Profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di SMA Kolese De Britto

 

 

Kulonprogo- Pada Selasa, 1 Oktober 2024, Wakapolres Kulonprogo, Kompol Martinus Griavinto Sakti, S.I.K., M.M., bersama Kabag SDM Polres Kulonprogo, melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai profesi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di SMA Kolese De Britto. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para siswa tentang peran dan tanggung jawab Polri, serta memberikan informasi tentang berbagai kesempatan dan prospek karier yang ditawarkan bagi mereka yang berminat bergabung dengan institusi ini.

 

Kegiatan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Kulonprogo untuk membuka wawasan generasi muda, khususnya para siswa SMA Kolese De Britto, mengenai dunia kepolisian.

 

Dalam presentasinya, Kompol Martinus Griavinto Sakti menjelaskan berbagai aspek menarik dari profesi ini. Ia memaparkan proses rekrutmen yang ketat dan transparan, jenjang karier yang bisa ditempuh, hingga berbagai peran strategis yang dijalankan oleh Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.

 

Menurut Kompol Martinus, menjadi seorang anggota Polri bukan sekadar profesi, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk mengabdi pada negara dan masyarakat. “Menjadi polisi berarti menjadi bagian dari penjaga keamanan, penegak hukum, dan pelayan masyarakat. Kami tidak hanya bertugas menjaga ketertiban, tetapi juga membantu menyelesaikan berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat sehari-hari,” ujarnya dalam sesi sosialisasi tersebut.

 

Selain itu, Kompol Martinus juga membahas tentang tantangan dan peluang yang dihadapi anggota Polri dalam era modern yang semakin dinamis. Ia menekankan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, Polri juga dituntut untuk terus beradaptasi, baik dalam hal penegakan hukum maupun pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, menurutnya, Polri membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan fisik dan mental yang kuat, tetapi juga berintegritas tinggi, profesional, serta mampu berpikir kritis dalam menghadapi berbagai tantangan.

 

Para siswa SMA Kolese De Britto sangat antusias mengikuti acara ini. Mereka diajak berdiskusi secara interaktif mengenai berbagai isu, mulai dari prosedur seleksi masuk Polri, pelatihan yang akan mereka jalani, hingga peran Polri dalam menangani kasus-kasus besar seperti kriminalitas, narkoba, dan terorisme. Diskusi ini diharapkan mampu membuka wawasan para siswa tentang kompleksitas tugas kepolisian, sekaligus memberikan motivasi bagi mereka yang bercita-cita menjadi bagian dari institusi penegak hukum tersebut.

 

Kabag SDM Polres Kulonprogo, yang turut hadir dalam kegiatan ini, menjelaskan secara rinci mengenai program rekrutmen Polri. Ia menegaskan bahwa Polri membuka kesempatan yang luas bagi siapa pun yang memenuhi syarat untuk bergabung. “Kami ingin mendorong generasi muda, khususnya siswa-siswa berprestasi seperti di SMA Kolese De Britto, untuk melihat profesi polisi sebagai karier yang penuh tantangan namun juga mulia,” katanya.

 

Program sosialisasi ini merupakan salah satu langkah penting dalam menciptakan minat yang lebih besar di kalangan generasi muda terhadap profesi kepolisian. Dengan informasi yang lebih jelas dan lengkap, diharapkan para siswa dapat mempertimbangkan karier di kepolisian sebagai salah satu pilihan masa depan yang menarik. Tidak hanya sebagai pekerjaan, namun juga sebagai sarana pengabdian kepada negara dan masyarakat.

Selain penjelasan seputar profesi Polri, acara ini juga menyuguhkan sesi tanya jawab, di mana siswa-siswa berkesempatan untuk menanyakan berbagai hal yang mungkin belum mereka pahami. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain mengenai peluang beasiswa di lingkungan Polri, proses pelatihan, hingga keseimbangan antara kehidupan pribadi dan karier sebagai seorang anggota kepolisian.

Di akhir acara, Wakapolres Kulonprogo berharap kegiatan ini mampu memotivasi para siswa untuk lebih mengenal profesi Polri secara menyeluruh dan mempertimbangkan untuk menjadi bagian dari institusi tersebut. “Kami sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung, dan kami berharap di masa depan akan banyak dari kalian yang berdiri di sini sebagai calon perwira Polri yang siap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ucap Kompol Martinus dengan semangat.

Acara sosialisasi di SMA Kolese De Britto ini berjalan dengan lancar dan diakhiri dengan foto bersama antara Wakapolres Kulonprogo, Kabag SDM, para guru, serta para siswa yang hadir. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para siswa dalam merencanakan masa depan yang cemerlang, termasuk melalui jalur pengabdian di kepolisian.

 

 

Selasa, 01 Oktober 2024

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Kapolri Turut Mendampingi

 

 

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2024).

Presiden Jokowi yang juga memimpin upacara kali ini juga didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Mendikbudristekdikti Nadiem Anwar Makarim, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Upacara diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti laporan komandan upacara Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa kepada Presiden selaku inspektur upacara, bahwa upacara siap dilaksanakan.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa utamanya pahlawan revolusi, mengheningkan cipta dimulai,” ucap Presiden selaku inspektur upacara.

Selanjutnya, pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, diikuti pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Dalam kegiatan upacara ini, juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan ikrar kesetiaan kepada Pancasila, yang dipandu oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Usai pembacaan Ikrar, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Setelah pembacaan doa, dilakukan penerimaan penghormatan kebesaran dari komandan upacara kepada inspektur upacara. Kemudian inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara, untuk kemudian bersama rombongan terbatas melakukan peninjauan ke Monumen Pancasila Sakti dan Lubang Buaya.

BERIKUT QUOTE KARO PENMAS DIVHUMAS POLRI BRIGJEN. POL. TRUNOYUDO WISNU ANDIKO, S.I.K.

 

 

Polri melakukan Ops Mantap Brata 2024,  dalam operasi pengamanan pelantikan anggota DPR/DPD RI Periode 2024-2029, Kapolri telah menginstruksikan kepada Kabaharkam Polri selaku KaOps Operasi Mantap Brata 2024 untuk menciptakan dan memelihara situasi kamtibmas yang kondusif.

Polri melakukan pengamanan dengan melibatkan 5.614 personel dengan rincian satgas daerah sejumlah 4.006, Satgas Polres 585 personel, satgas pusat 598 personel dan Stakeholder terkait sejumlah 425 personel termasuk TNI dan pemerintah daerah.

Konsep pengamanan mengedepankan pre-emtif dan preventif dengan cara bertindak melaksanakan koordinasi dan kerjasama bersinergi dengan instansi terkait lainnya guna meminimalisir potensi ancaman yang dapat mengganggu kamtibmas dalam menghadapi rangkaian pelantikan anggota DPR/DPD 2024-2029. Melakukan deteksi dan identifikasi dini setiap potensi ancaman guna melakukan tindakan antisipasi dini dan sterilisasi dengan unit jibom dan K9. Melakukan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli di rute yang dilalui, jika perlu dilakukan alih arus/rekayasa lalu lintas. Melakukan imbauan kepada segenap lapisan masyarakat untuk turut serta berpartisipasi menjaga kamtibmas yang kondusif.

Polres Kulonprogo Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

 

 

Kulon Progo - Kepolisian Resor Kulonprogo menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan tema "Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas" pada Selasa pagi, 1 Oktober 2024, di halaman Mapolres Kulonprogo. Upacara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kulon Progo, AKBP Dr. Wilson Bugner F. Pasaribu, S.I.K., M.H., dan dihadiri oleh seluruh pejabat utama Polres, para Kasat, Kapolsek, Kasubbag, Kasi, Perwira Staf, serta personel Polres Kulonprogo.

Upacara dimulai dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Inspektur Upacara, diikuti dengan pembacaan teks Pancasila, naskah UUD 1945, serta ikrar oleh Inspektur Upacara. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan penuh rasa hormat terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.

Kapolres Kulon Progo, AKBP Dr. Wilson Bugner F. Pasaribu, menekankan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara yang tak tergantikan. "Pancasila tetap menjadi dasar negara yang kokoh dan tidak boleh diubah oleh siapa pun, meskipun ada berbagai tantangan dan ancaman terhadap persatuan dan keutuhan bangsa," ujarnya.

Beliau juga menekankan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini memiliki makna mendalam dalam menguatkan kembali ideologi Pancasila setelah adanya upaya pemberontakan dari PKI pada tahun 1965. Upacara ini, menurut Kapolres, merupakan momen untuk meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme di kalangan personel Polres Kulonprogo.

Kapolres juga mengajak seluruh personel untuk terus memaknai nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tugas kepolisian maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Dengan upacara ini, mari kita maknai kembali nilai-nilai utama dalam Pancasila sebagai semangat untuk membangun bangsa dan menjaga persatuan,” tutupnya.

Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila berlangsung dengan tertib dan penuh rasa nasionalisme, meneguhkan komitmen seluruh personel Polres Kulonprogo dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).