RUNNING TEXT



widgets

Rabu, 09 September 2026

Jaga Stabilitas Harga, Satreskrim Polres Kulon Progo Bersama Satgas Pantau Harga dan Mutu Beras

 

 

Kulon Progo – Personel Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kulon Progo mengikuti kegiatan pengawasan harga dan mutu beras yang dilaksanakan oleh Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di sejumlah pasar dan toko beras di wilayah Kabupaten Kulon Progo tersebut diikuti oleh perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Wakil Pemimpin Wilayah Bulog D.I. Yogyakarta, Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Dinas Pertanian Provinsi D.I. Yogyakarta, serta Satgas Pangan Polda D.I. Yogyakarta.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M., perwakilan Bapanas RI Rena Satrini, S.H., M.H., Wakil Pemimpin Wilayah Bulog D.I. Yogyakarta Ari Isnaeni, perwakilan Dinas Pertanian Provinsi D.I. Yogyakarta Rahadian Gamma, S.P., serta perwakilan Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo Rina Martini.
Pengawasan dilakukan dengan menyambangi sejumlah lokasi untuk memantau ketersediaan, harga, mutu, dan distribusi beras di tingkat pedagang. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan adanya harga beras yang berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kasat Reskrim Polres Kulon Progo Iptu Faisal Amri, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras bagi masyarakat.

“Kami bersama Satgas Pengawasan Harga dan Mutu Beras melaksanakan pemantauan di lapangan untuk memastikan harga, mutu, ketersediaan, dan distribusi beras berjalan sesuai ketentuan. Terhadap temuan yang ada akan dilakukan pemantauan dan tindak lanjut sesuai kewenangan,” ujar Kasat Reskrim.

Kegiatan pengawasan akan terus dilakukan secara berkelanjutan, khususnya terhadap pola distribusi beras dari produsen maupun distributor hingga ke tingkat pedagang.
Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

 

Satgas Pangan DIY Gelar Pengawasan Harga dan Mutu Beras di Bantul, Tampak Serap Aspirasi DPD Perpadi DIY

 


 

YOGYAKARTA — Tim gabungan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terdiri dari Satgas Pangan Polda DIY, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Perum Bulog Kanwil DIY, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar operasi pengawasan dan silaturahmi di wilayah Kabupaten Bantul, Selasa (8/9/2026).

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan, mutu, serta stabilitas harga beras di tingkat pedagang hingga produsen. 

Tim menyisir tiga titik utama, yakni pasar tradisional, retail modern, dan lokasi penggilingan beras.

"Dari hasil peninjauan di Pasar Imogiri, petugas mengecek dua kios pedagang. Beras medium dijual pada kisaran Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sedangkan beras khusus Mentik Wangi seharga Rp15.500 per kilogram. Secara umum harga di pasar tradisional masih di atas HET karena pedagang memperoleh pasokan dari distributor dengan harga yang sudah tinggi. Namun, ketersediaan stok dipastikan aman," ujar Kombes Pol Ihsan.

Sementara itu, pengecekan di retail modern (swalayan) di Bantul menunjukkan beras SPHP dijual sesuai ketentuan yaitu Rp11.716 per kilogram dan beras medium seharga Rp14.880 per kilogram. 

Di lokasi ketiga, yaitu penggilingan beras di Gilangharjo, Pandak, Bantul, harga beras medium tercatat Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.800 per kilogram—keduanya masih berada dalam jangkauan HET.

Disalah satu lokasi penggilingan beras Bantul dilaksanakan antara Satgas Pangan bersama pengurus DPD Perpadi DIY dan anggotanya. Dalam forum tersebut, jajaran Perpadi DIY menyampaikan sejumlah masukan terkait kondisi perberasan di lapangan.

Beberapa poin yang disampaikan Perpadi DIY antara lain harapan agar pemerintah mengkaji kembali penetapan HET mengingat harga gabah di tingkat petani sudah tinggi, usulan agar batasan HET difokuskan pada beras bersubsidi (SPHP), serta menjadikan HET sebagai indikator pemerintah untuk segera menggelontorkan beras operasi pasar. 

Selain itu, disampaikan pula prediksi penurunan produksi beras lokal DIY pada periode September hingga Desember.

Menanggapi hal tersebut, Kombes Ihsan menyampaikan bahwa kepolisian menyambut baik masukan dari para pelaku usaha dan akan mengawalnya agar tercipta solusi yang berimbang bagi produsen maupun konsumen.

"Polda DIY melalui Satgas Pangan berkomitmen untuk terus menggelar patroli pasar secara berkala dan memperkuat koordinasi antar instansi. Fokus utama kami adalah menjamin ketersediaan stok, kualitas beras, serta keterjangkauan harga bagi seluruh lapisan masyarakat DIY," tutup Kabidhumas. 

Polda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

 


 

LAMPUNG, 9 SEPTEMBER 2026 – Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” tutur Yuni.

Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan. Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan. 

Sambang Warga di Graulan, Bhabinkamtibmas Ajak Warga Waspada Karhutla



Wates – Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bhabinkamtibmas Kalurahan Giripeni Polsek Wates, Aiptu Singgih Wardoyo, bersama Babinsa Giripeni melaksanakan sambang kamtibmas kepada warga di Padukuhan Graulan, Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Selasa (8/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas sekaligus mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering.

Warga diimbau tidak membakar sampah, daun kering, maupun material lainnya secara sembarangan, terlebih di sekitar lahan, kebun, atau area yang mudah terbakar. Apabila terpaksa melakukan pembakaran untuk keperluan tertentu, masyarakat diminta memastikan api benar-benar padam dan tidak meninggalkan bara yang dapat memicu kebakaran.

Aiptu Singgih juga mengajak masyarakat berperan aktif melakukan pengawasan lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Selain pencegahan karhutla, warga juga diingatkan untuk menjaga situasi kamtibmas, meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan, serta menjauhi judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dapat menimbulkan permasalahan ekonomi maupun sosial.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Jangan membakar sampah atau material kering sembarangan, karena api dapat dengan mudah merembet dan menimbulkan kebakaran. Apabila menemukan titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepatnya,” imbau Aiptu Singgih Wardoyo.

Melalui kegiatan sambang tersebut, Polri bersama TNI terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan masyarakat sebagai langkah preventif, sehingga potensi karhutla dapat dicegah sejak dini serta situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Giripeni tetap aman, nyaman, dan kondusif.

Wakapolri: Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Harus Terwujud dalam Pengabdian Polri

 

 

JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW harus diwujudkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian anggota Polri.

Hal tersebut disampaikan Dedi saat memberikan sambutan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Menurut Dedi, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar momentum keagamaan, tetapi menjadi kesempatan bagi seluruh insan Bhayangkara untuk merefleksikan kembali akhlak Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial keagamaan, melainkan kesempatan berharga untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW. Sejarah mencatat beliau sebagai sosok yang jujur hingga digelari Al-Amin atau orang yang terpercaya, adil dalam memutuskan perkara tanpa memandang kedudukan, serta penuh kepedulian terhadap mereka yang lemah dan tertindas,” ujar Dedi.

Dedi mengatakan, keteladanan Rasulullah SAW tersebut memiliki keterkaitan erat dengan tugas dan fungsi Polri. Nilai kejujuran, keadilan, perlindungan, serta kepedulian terhadap sesama menjadi prinsip yang harus hadir dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

Ia mencontohkan Piagam Madinah yang menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah Rasulullah SAW dalam membangun kehidupan masyarakat yang beragam. Menurutnya, semangat menjaga persatuan, menegakkan keadilan, serta memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat selaras dengan tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polri Presisi bukanlah sekadar istilah organisasi, melainkan wujud nyata pengamalan akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” tegasnya.

Dedi menuturkan, semangat tersebut juga sejalan dengan tema Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, yakni “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Melalui Polri Presisi Kita Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai pengingat untuk terus memberikan pengabdian yang dilandasi kejujuran, keadilan, dan kepedulian, tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang dilayani.

“Marilah kita jadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai kesempatan berharga untuk memahami dan meneladani perjuangan beliau dalam menempatkan seluruh umat dengan kedudukan yang sama di hadapan hukum, tanpa membedakan latar belakang, suku, dan ras maupun keyakinan di dalam implementasi Polri Presisi,” tutur Dedi.

Selain berbicara mengenai keteladanan Rasulullah SAW, Wakapolri juga mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa bagi keselamatan bangsa Indonesia. Doa secara khusus ditujukan bagi masyarakat yang tengah menghadapi bencana serta personel Polri yang berada di lapangan memberikan pelayanan dan bantuan.

“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan perlindungan-Nya kepada tanah air yang kita cintai, Indonesia, dari segala bencana alam dan marabahaya. Kepada saudara-saudara kita yang saat ini tengah diuji oleh bencana dan anggota Polri yang sedang melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan, semoga Allah SWT menguatkan hati dan mempercepat pemulihan,” ujar Dedi.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus menjadi pedoman bagi setiap insan Bhayangkara dalam menjaga persatuan dan menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.

“Semoga momentum ini senantiasa menginspirasi setiap insan Bhayangkara untuk terus mengabdikan diri, merawat persatuan, serta mendedikasikan karya nyata demi terwujudnya Indonesia yang benar-benar berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya