RUNNING TEXT



widgets

Jumat, 14 Agustus 2026

Kapolres Kulonprogo Hadiri Perkenalan Kepala Kejaksaan Negeri Kulon Progo yang Baru

 

Kulon Progo - Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H. menghadiri kegiatan perkenalan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kulon Progo yang baru, Dr. Putri Ayu Wulandari, S.H., M.H., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan berlangsung di Aula Adikarta Kabupaten Kulon Progo, Kamis (13/8/2026) sore, dan diikuti sekitar 150 peserta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko, S.E., Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Aris Syarifudin, Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., Dansat Radar 404/Congot Letkol Lek Haris Fadillah, S.T., M.M., Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H., serta unsur Forkopimda, instansi terkait dan OPD Kabupaten Kulon Progo.

Dalam kesempatan tersebut, Kajari Kulon Progo yang baru, Dr. Putri Ayu Wulandari, S.H., M.H., memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan perjalanan kariernya di lingkungan Kejaksaan.

Dr. Putri Ayu Wulandari menyampaikan bahwa dirinya baru saja dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kulon Progo oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama para Kajari lainnya se-DIY. Ia juga mengungkapkan sejumlah pengalaman dalam perjalanan kariernya sejak menjadi CPNS di Dumai, Riau, hingga menjalankan berbagai tugas di lingkungan Kejaksaan.

Dalam perjalanan karier tersebut, dirinya pernah bertugas di Tangerang, menjadi bagian dari Satgas Sus, hingga menjabat Kasubagbin di Cirebon. Pada 2019, Dr. Putri Ayu Wulandari menyelesaikan pendidikan doktoral di Universitas Airlangga.

“Harapan kami ke depannya semoga nantinya kita bisa mengantarkan masyarakat menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., menyampaikan selamat datang kepada Kajari Kulon Progo yang baru. Ia berharap komunikasi dan harmonisasi yang telah terjalin baik di antara unsur Forkopimda dapat terus dipertahankan dan diperkuat.

Bupati juga berharap kehadiran Kajari yang baru dapat semakin memperkuat sinergi dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam bidang penegakan hukum serta pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Kulon Progo.

Kehadiran Kapolres Kulonprogo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Kulonprogo untuk terus memperkuat sinergitas dan komunikasi dengan seluruh unsur Forkopimda serta aparat penegak hukum di Kabupaten Kulon Progo.

Sinergi antara Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, TNI, dan seluruh unsur terkait menjadi bagian penting dalam menciptakan penegakan hukum yang profesional sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Melalui perkenalan pejabat baru Kajari Kulon Progo ini, diharapkan komunikasi, koordinasi, dan harmonisasi antarlembaga yang selama ini telah berjalan dengan baik dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta bersama-sama membawa Kabupaten Kulon Progo menjadi semakin baik.

Kamis, 13 Agustus 2026

Cangkrukan Jaga Warga Bersama Serdik Sespimmen Bahas Sinergi Menjaga Kamtibmas di Giripeni

 


Wates – Sinergi antara kepolisian, pemerintah kalurahan dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus diperkuat. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Cangkrukan Jaga Warga bersama peserta didik Sespimmen Dikreg ke-67 Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Kantor Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates, Kamis (13/8/2026) mulai pukul 16.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Tim Sespimmen Dikreg ke-67 Brigjen Pol Priyo Wasesa, S.S., M.P.P., Kapolsek Wates Kompol Antonius Purwanta, S.H., M.M., Kasat Binmas Polres Kulonprogo AKP Sayana, Lurah Giripeni Iswanto Adi Saputro, S.E., 11 peserta didik Sespimmen Dikreg ke-67 serta 13 perwakilan Jaga Warga.

Dalam sambutannya, Lurah Giripeni Iswanto Adi Saputro, S.E., menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kalurahan Giripeni sebagai lokasi kegiatan Cangkrukan Jaga Warga. Menurutnya, Jaga Warga merupakan implementasi keistimewaan di Yogyakarta yang selama ini bersinergi dengan pemerintah dan kepolisian dalam menjaga kamtibmas di wilayah kalurahan.

“Kami memohon arahan agar warga dapat terus bersinergi dalam menjaga kamtibmas di wilayah Kalurahan Giripeni,” ujar Iswanto.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Kulonprogo AKP Sayana menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Giripeni yang telah memberikan tempat dan kesempatan untuk pelaksanaan kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Jaga Warga merupakan bentukan Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta yang keberadaannya dikembangkan di tingkat kalurahan hingga padukuhan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan diskusi mengenai peran Jaga Warga dalam menjaga keamanan lingkungan.

Ketua Tim Sespimmen Dikreg ke-67 Brigjen Pol Priyo Wasesa, S.S., M.P.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan Jaga Warga telah menunjukkan peran penting dalam menjaga keamanan di tingkat lokal.

“Jaga Warga betul-betul sangat efektif. Keamanan di tingkat kalurahan harus menjadi kebutuhan bersama sehingga tumbuh kerelaan dari warga untuk ikut menjaga keamanan lingkungannya,” ungkap Brigjen Pol Priyo Wasesa.

Menurutnya, Jaga Warga menjadi salah satu kunci dalam menjaga keamanan di tingkat lokal. Karena itu, gerakan Jaga Warga perlu terus didorong agar menjadi kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan atas kesadaran bersama.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik Sespimmen Pandu Arief Setiawan, S.H., S.I.K., juga menyampaikan materi terkait peran masyarakat dalam menjaga kamtibmas serta membangun komunikasi antara Polri dan masyarakat.

Disampaikan bahwa tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan apabila menemukan tindak pidana, antara lain mengamankan situasi secara terbatas, melindungi korban, menjaga tempat kejadian perkara (TKP) dan barang bukti, serta segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Materi juga membahas penanganan perkara yang melibatkan anak, pencurian, pembelaan diri ketika menghadapi ancaman, serta pentingnya masyarakat menyampaikan informasi maupun permasalahan hukum kepada Bhabinkamtibmas, Kapolsek atau pihak kepolisian lainnya.

Melalui kegiatan Cangkrukan Jaga Warga tersebut, diharapkan komunikasi dan sinergi antara Polri, pemerintah kalurahan, Jaga Warga, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat.

Keamanan, lanjutnya, merupakan tanggung jawab bersama. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini sehingga tercipta situasi yang aman, tertib dan kondusif di wilayah Kalurahan Giripeni. 

Bentuk Kepedulian, Peserta Didik Sespimmen Polri dan Personel Polres Kulonprogo Laksanakan Donor Darah.

 

Kulon Progo – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Angkatan ke-67 Tahun Anggaran 2026 bersama personel Polres Kulonprogo melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan di sela rangkaian Management Course (MC) Level III di Polres Kulonprogo, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan donor darah tersebut diikuti oleh peserta didik Sespimmen Polri Angkatan ke-67 bersama personel Polres Kulonprogo. Dari kegiatan sosial tersebut berhasil terkumpul sebanyak 20 kantong darah untuk membantu memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Donor darah menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam kunjungan peserta didik Sespimmen Polri Angkatan ke-67 dalam rangka Management Course (MC) Level III di Polres Kulonprogo. Selain menjadi bagian dari kegiatan pendidikan, agenda tersebut juga menjadi bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kasihumas Polres Kulonprogo Iptu Sarjoko mengatakan, kegiatan donor darah merupakan wujud kepedulian bersama dan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Donor darah ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari peserta didik Sespimmen bersama personel Polres Kulonprogo. Alhamdulillah, dari kegiatan ini berhasil terkumpul 20 kantong darah yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Iptu Sarjoko.

Menurutnya, kegiatan sosial seperti donor darah memiliki nilai kemanusiaan yang tinggi karena dapat membantu memenuhi kebutuhan stok darah sekaligus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi di kalangan anggota Polri.
“Kami mengapresiasi partisipasi seluruh peserta dan personel yang telah mengikuti donor darah. Semoga apa yang dilakukan hari ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi bagian dari pengabdian Polri kepada kemanusiaan,” tambahnya.

Iptu Sarjoko juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat.

Kegiatan donor darah berlangsung dengan tertib dan lancar. Sebanyak 20 kantong darah berhasil dikumpulkan sebagai bentuk nyata sinergi dan kepedulian peserta didik Sespimmen Polri Angkatan ke-67 bersama personel Polres Kulonprogo dalam membantu sesama. 

Kapolri: 895 Jembatan Merah Putih Presisi Berikan Manfaat bagi 2 Juta Masyarakat

 

Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melaporkan capaian pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi dalam acara peresmian Jembatan TNI-Polri dan sumber air bersih oleh Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/8/2026).

Kapolri menyampaikan bahwa Polri telah melaksanakan pembangunan dan revitalisasi 895 Jembatan Merah Putih Presisi secara swadaya yang tersebar di 30 Polda. Dari jumlah tersebut, 874 jembatan telah selesai, 17 jembatan masih dalam tahap pembangunan, dan 4 jembatan dalam tahap perencanaan.

“874 jembatan yang telah selesai dibangun memiliki total panjang 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa, dan memberikan manfaat bagi 2 juta orang, mulai dari anak sekolah, petani, pedagang, pekerja, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum,” ujar Kapolri.

Kapolri menuturkan, pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mendukung konektivitas dan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan.

“Kami berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tentunya dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan perdagangan, kemudian juga tentunya akses bagi para pelajar yang akan menuju ke sekolah, serta tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan,” kata Kapolri.

Khusus di wilayah Banten, Polri telah membangun dan merevitalisasi 145 jembatan dengan total panjang sekitar 3 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 203 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 500 ribu jiwa. Capaian tersebut menjadikan Polda Banten sebagai wilayah dengan jumlah pembangunan dan revitalisasi Jembatan Merah Putih Presisi terbanyak dibandingkan Polda lainnya.

Selain Banten, pembangunan juga dilaksanakan di berbagai wilayah, antara lain Polda Jawa Barat sebanyak 137 jembatan, Polda Riau 110 jembatan, Polda Jawa Tengah 86 jembatan, dan Polda Sumatera Selatan 81 jembatan. Pembangunan juga terus dilakukan di Polda-Polda lainnya dengan rata-rata 20 hingga 30 jembatan di setiap wilayah.

Tak hanya pembangunan reguler, Polri turut membangun 39 jembatan untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya merupakan Jembatan Bailey, yakni empat unit di Provinsi Aceh dan dua unit di Provinsi Sumatera Barat. Pembangunan tersebut ditujukan untuk memulihkan akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta menghubungkan kembali wilayah yang terdampak bencana.

Peresmian secara khusus dipusatkan di Jembatan Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, Polri juga memberikan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya 7.500 paket sembako, 1.000 paket tas pelajar, 140 buah kacamata gratis, layanan SIM gratis, serta bakti kesehatan.

Kapolri menegaskan, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir dan membersamai masyarakat, khususnya dalam menjawab kebutuhan dasar dan membuka akses bagi masyarakat di berbagai wilayah.

“Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita harus terus bersama-sama berada di tengah-tengah rakyat, serta memahami dan mengerti apa yang menjadi masalah di masyarakat,” ujar Kapolri.

Kapolri juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto yang memberikan semangat kepada seluruh personel TNI-Polri untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan nasional.

Menutup sambutannya, Kapolri menyatakan Polri akan terus berkomitmen menjalankan arahan Presiden agar institusi kepolisian senantiasa dekat dengan masyarakat.

“Polri kita lahir dari rakyat dan harus selalu menjadi polisi rakyat. Semoga amanah dan pesan dari Bapak betul-betul bisa kita laksanakan dan kita bisa memberikan pengabdian terbaik agar terciptanya Polri untuk masyarakat,” pungkas Kapolri. 

Wakapolres Kulon Progo Hadiri Penutupan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 di Kalirejo

 

 

Kulon Progo - Wakapolres Kulon Progo Kompol Muhamad Sholeh, S.H., M.M., menghadiri Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 Kodim 0731/Kulon Progo yang digelar di Lapangan Sangon II, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Kamis (13/8/2026).

Upacara berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 09.30 WIB dan dipimpin oleh Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., serta dihadiri sekitar 300 peserta. Kegiatan tersebut mengusung tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa."

Turut hadir Wakil Bupati Kulon Progo H. Ambar Purwoko, A.Md., Kasilog Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Czi Catur Witanto, S.I.P., M.Si., M.Tr.(Han), jajaran Forkopimda Kulon Progo, pejabat TNI-Polri, perwakilan instansi pemerintah, Danramil dan perwira staf jajaran Kodim 0731/Kulon Progo, Panewu Kokap, Kapolsek Kokap, Lurah Kalirejo, tamu undangan serta masyarakat Padukuhan Sangon.

Dalam laporan pelaksanaan TMMD yang disampaikan Dansatgas TMMD Lettu Inf Adi Mardiyanto, kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III TA 2026 dilaksanakan di Padukuhan Plampang I, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap.

Adapun sasaran fisik yang berhasil diselesaikan meliputi pembangunan rabat beton sepanjang 668 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,12 meter, serta pekerjaan plester dinding dan pengecatan Masjid Al Huda.

Sementara sasaran nonfisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, penanggulangan bencana alam, bahaya narkoba dan pembinaan kamtibmas, serta penyuluhan stunting dan penyakit menular, khususnya TBC.

Pelaksanaan TMMD tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, antara lain meningkatkan kelancaran transportasi dan aktivitas perekonomian, meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penanggulangan bencana dan pencegahan stunting, serta meningkatkan kesadaran terkait wawasan kebangsaan, bela negara, cinta tanah air, bahaya narkoba, kamtibmas dan pencegahan kenakalan remaja.

Dalam amanat Panglima Kodam IV/Diponegoro yang dibacakan oleh Inspektur Upacara Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han., disampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, personel TNI-Polri dan seluruh masyarakat atas sinergi, kerja keras serta kebersamaan selama pelaksanaan TMMD hingga seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan baik.

" Program TMMD dinilai menjadi salah satu bentuk sinergi lintas sektoral antara TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian/lembaga dan berbagai unsur masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah, khususnya wilayah pedesaan" kata Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han.

Amanat tersebut juga menekankan bahwa pembangunan desa merupakan bagian penting dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional. Selain pembangunan infrastruktur, TMMD turut memberikan perhatian terhadap pembangunan nonfisik melalui penyuluhan, pelayanan sosial dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Pada pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III di Kulon Progo, seluruh sasaran yang telah direncanakan dapat diselesaikan tanpa hambatan berarti. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran serta dan dukungan berbagai instansi terkait serta masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan, pada pukul 08.15 WIB, Program TMMD Reguler ke-129 dan TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 secara resmi dinyatakan ditutup oleh Inspektur Upacara.

Kehadiran Wakapolres Kulon Progo dalam kegiatan tersebut menjadi wujud sinergitas TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung program pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Kulon Progo.