Kulonprogo – Dalam upaya memperkuat kualitas pelayanan publik serta membangun budaya kerja yang bersih, melayani, dan responsif, Polres Kulonprogo menggelar kegiatan Pelatihan Revolusi Mental/Neuro Associative Conditioning (NAC) pada Minggu (7/6/2026) mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai di kawasan Puncak Widosari dan Menoreh Rock Cabin, Samigaluh.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat, S.I.K., M.H. beserta Ketua Pengurus Cabang Bhayangkari Kulonprogo, Wakapolres Kulonprogo Kompol Muhamad Sholeh, S.H., M.M. beserta Wakil Ketua Pengurus Cabang Bhayangkari Kulonprogo, para Pejabat Utama Polres Kulonprogo beserta Bhayangkari, Kapolsek jajaran beserta Bhayangkari, narasumber pelatihan Wahyudi, SMT, Cht, CNNLP, serta panitia pelaksana kegiatan.
Pelatihan diawali dengan perjalanan menggunakan kendaraan roda dua yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kulonprogo dari Mapolres Kulonprogo menuju Puncak Widosari. Setibanya di lokasi, para peserta melaksanakan registrasi, coffee break, dan mengikuti sesi pelatihan yang disampaikan oleh Coach Wahyudi.
Dalam sambutannya, Kapolres Kulonprogo AKBP Ridho Hidayat menyampaikan bahwa pelatihan NAC merupakan salah satu langkah strategis Polres Kulonprogo untuk mempertahankan berbagai capaian dan predikat pelayanan publik yang telah diraih, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi personel di bidang pelayanan publik yang menekankan keterpaduan keterampilan, sikap, penampilan, perhatian, tindakan, dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, serta memperkuat budaya birokrasi yang bersih, melayani, dan responsif.
“Melalui pelatihan NAC ini, saya berharap seluruh personel dan Bhayangkari mampu membangun mental yang kuat, pola pikir yang positif, serta semangat untuk terus berkembang. Dengan mindset yang baik, kita akan lebih siap menghadapi tantangan tugas dan mampu memberikan pelayanan yang profesional, humanis, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar AKBP Ridho Hidayat.
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kualitas mental, integritas, dan komitmen setiap personel dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, kebersamaan, dan motivasi seluruh keluarga besar Polres Kulonprogo. Saya berharap nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sehingga Polres Kulonprogo dapat terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Kapolres juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab sehingga materi yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Setelah sesi pelatihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tracking menuju Puncak Widosari yang bertujuan membangun kebersamaan, semangat, serta ketahanan mental peserta. Selanjutnya seluruh peserta bergeser ke Menoreh Rock Cabin untuk melaksanakan makan siang dan ramah tamah dalam suasana penuh keakraban.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Melalui pelatihan Revolusi Mental/Neuro Associative Conditioning (NAC) ini, diharapkan seluruh personel Polres Kulonprogo beserta Bhayangkari semakin termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, sehingga mampu mendukung terwujudnya Polri yang Presisi, humanis, dan semakin dipercaya publik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar