RUNNING TEXT



widgets

Rabu, 16 April 2014

POLSEK TEMON MELAKSANAKAN PENGAMANAN AKSI WARGA WTT YANG MENOLAK PEMBANGUNAN BANDARA


KULON PROGO. Pada hari Minggu tanggal  30 Maret  2014  mulai  pukul 10.00 wib  hingga  15.00  wib  di dua lokasi jalan Dandeles yaitu di depan kantor  balai Desa Glagah  dan  di  Dsn. Kragon Desa Palihan  warga  WTT ( Wahana Tri Tunggal ) yang menolak rencana pembangunan bandara di  Temon melakukan  aksi  membagikan  tulisan / selebaran kepada warga dan pengendara kendaraan yang melintas di jalan Dandeles  Temon ,  sebanyak 60 ( enam puluh )  orang warga WTT  melakukan  aksi tersebut  di pimpin oleh Pengurus WTT  Bpk. Sarijo, dan  Sdr. Kelik. Dan aksi tersebut juga diikuti dan  didukung  oleh  20 ( dua puluh ) orang  mahasiswa UMY  jurusan Ilmu Pemerintahan  yang diketuai oleh  Sdr. Zulgot . Adapun  tulisan / selebaran penolakan pambangunan bandara yang dibagikan berisi antara lain :

  1. Mohon dukungan penolakan rencana pembangunan bandara
  2. Tanah warisan leluhur tidak boleh digusur untuk bandara
  3. Tanah leluhur untuk lapangan kerja warga setempat maupun luar daerah
Aksi warga  WTT yang membagikan selebaran penolakan rencana pembangunan bandara di Temon tersebut mendapat  pengamanan  dari petugas  Polsek Temon  yang dipimpin oleh Kapolsek Temon  Kompol SUKADI . Selesai aksi membagikan selebaran warga WTT di dua lokasi jalan Dandeles  kemudian bergabung dan berkonvoi mengelilingi Desa Sindutan dan Desa Jangkaran yang juga termasuk sebagian wilayah desa tersebut  terkena rencana pembangunan bandara termasuk menuju area Gunung Lanang yang oleh warga dianggap keramat  sambil  menghimbau warga  untuk mendukung  penolakan rencana pembangunan bandara .

             Sejauh ini warga WTT  sudah sering kali melakukan kegiatan dan menghimpun massa  untuk bergabung dalam penolakan rencana pembangunan bandara yaitu  :

  1. Mengadakan demo / Klarifikasi   di  balai Desa Galagah dan  di balai Desa Palihan ,
  2. Mengadakan doa bersama dan pengajian di Jalan Diponegoro  Desa Glagah dengan mengundang PPLP    dan mendatangkan  Aji Kusumo dari  kerabat Kraton  Ngayogyokarto
  3. Mencabuti  pathok titik koordinat yang dipasang ole h BPN  di Desa Glagah dan Desa Palihan
  4. Memasang spanduk  dan tebok / tampah  yang berisi  penolakan bandara di sepanjang jalan Dandeles  Desa  Glagah dan Desa  Palihan .
Hingga sekarang ini setiap kali warga WTT  melakukan aksi  belum mengarah ke perbuatan / tindakan anarkis  dan selalu mendapat pengamanan dari  Polsek Temon yang dipimpin langsung oleh Kapolsek  Kompol SUKADI  .  

HUMAS POLRES KULON PROGO

Tidak ada komentar:

Posting Komentar